Paket Wisata Jogja

Rafting

Istilah rafting Atau Arung jeram
Istilah arung jeram berasal dari kata whitewater rafting atau yang biasa kita kenal dengan rafting. Dalam terjemahan bebas dalam bahasa inggris berarti mengarungi sungai menggunakan perahu dengan mengandalkan kemampuan dayung. Pengertian rafting atau arung jeram dari IRF (International Rafting Federation) sendiri ialah “ suatu aktifitas manusia dalam mengarungi sungai dengan mengandalkan keterampilan dan kekuatan fisiknya untuk mendayung perahu yang berbahan lunak, yang secara umum diterima sebagai suatu kegiatan social, komersial dan olahraga”.

selain menguji nyali, aktifitas rafting juga memiliki resiko namun asal kita mengikuti aba-aba atau arahan yang diberikan pemandu, maka semua akan dapat dipastikan aman-aman saja. Namun selain kita harus mempunyai nyali yang kuat kita juga harus memiliki kondisi fisik yang primaagar kita bisa melewati semua rintangan yang ada dengan selamat.

Rafting atau arung jeram sebagai salah satu olah raga kelompok, sangat mengandalkan pada kekompakan tim secara menyeluruh. Kerja sama yang terpadu dan pengertian antar awak perahu,  juga dapat dikatakan sebagai faktor utama yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan melewati setiap rintangan yang ada. Tak dapat dibantah jika arungjeram adalah olahraga yang memiliki banyak resiko (high Risk sport). Namun demikian, setiap orang mampu umtuk melakukannya, asalkan mereka dalam kondisi yang baik, dalam artian memahami teknis, kemampuan membaca medan secara kognitif, dan sehat fisik dan mental.

Jadi intinya. Rafting atau arung jeram adalah olah raga yang Menuntut keterampilan. Untuk itu sangat membutuhkan waktu untuk berkembang. perkembangan untuk mencapai arah kemampuan yang prima, hanya apabila mereka mau untu mempelajari sifat-sifat sungai, serta bersedia untuk melatih diri disungai itu. Kecuali perlu mengembangkan pengetahuan mengenai sifat-sifat sungai. Wajib pula untuk berlatih mendayung, berkayuh disungai. Implikasinya butuh mengembangkan kemampuan fisik, agar selalu mencapai kondisi seoptimal mungkin. Hal lain yang patut diingat adalah berlatih cara-cara saat menghadapi keadaan darurat saat disungai. Hal ini penting untuk melatih kesiapan, kemampuan dan kepercayaan diri, apabila memang harus menghadapinya.

Peralatan serta Perlengkapan

Peralatan serta perlengkapan yang dipakai untu arungjeram dibedakan dari keperluan Grup / Reg, serta lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengarungi sungai. Adalah sebai berikut :

  • Peralatan Regu
  1. Perahu karet = Perahu karey atau Inflatable raft, untuk kepentingan olahraga arung jeram, dibikin berbahan karet sintetis sedemikian rupa sehingga kuat namun tetap terus elastis. Prilah ini di tunjukan untuk menahan dari gesekan seta benturan dari batuan sungai. Bentuk serta rancangan sisi buritan baluan dibikin agak mencuat supaya air tidak gampang masuk serta dapat melindungi stabilitas perahu saat melalui ombak yang besar. Umummnya perahu terdiri dari bagian-bagian tabung hawa, perihal ini di tunjukan jika diantara tabung ada yang pecah / bocor, maka untuk satu waktu spesifik perahu akan tetap bisa mengapung. Ukuran panjang serta lebar perahu umumnya 2 berbanding. Serta ini amat bergantung pada berat maksimal muatan perahu.
  2. Dayung = dayung adalah sebagai alat kayuh pada olahraga arum jeram sebisanya terbuat dari bahan yang kuat namun mudah untuk digunakan. contoh : dari bahan kayu mahoni serta gabungan pada fiberglass serta alumunium. Dayung yang digunakan oleh awak perahu. Dengan panjang berkisar pada 4,5 – 6 kaki. Namun biasanya yaitu 5 – 5,5 kaki. Sebenarnya untuk menentukan ukuran panjang dayung ada 3 prihal yaitu “Besar badan serta kemampuan awak, diameter dari tabung perahu, serta manfaatnya”. Sebagai pendayung awak atau sebagai pendayung kemudi atau kapten. Tanpa memandang besar tubuh awak perahu serta dari ukuran perahu, dayung yang dipakai oleh kapten berkisar antara 5,5 – 6 kaki. Namun untuk awak perahu ukurannya lebih pendek.
  3. Ponpa serta peralatan reparasi, pompa yang dipakai untuk mengisi tabung-tabung hawa perahu mesti senantiasa dibawa pada saat mengarungi sungai. Karena perihal itu untuk selalu melindungi apabila hawa dalam tabung-tabung itu menyusut / kemps. Ditunjukan dengan peralatan reparasi pompa serta perahu ( Dikarenakan sobek, berlubang dan lainnya)
  4. Tali perahu karet dilengkapi oleh tali ber type karmantle selama 40 mtr. yang dipakai : tumpuan kaki. Pengaman awak perahu serta tali prioder.
  5. Peta sungai. Umumnya yang dipakai yaitu topografi sungai. Berguna sebagai pandu atau memperkirakan kondisi, medan serta situasi sungai yang diarungi. Juga tempat aliran lebih kurang sungai tersebut.
  6. Ember plastik atau gayung. Yang dipakai untuk menimba air yang masuk kedalam sisi dalam perahu. Umumnya penggunaan gayung atau ember ini dikerjakan jika air yang masuk tetap related sedikit. Apabila terlalu banyak, untuk membuangnya dengan cara yang lebih efektif dengan membalikkan perahu. Yang pastinya terlebih dahulu untuk dibawa kepinggiran. Pentingnya untuk membuang air yang berada dalam perahu ini yaitu supaya perahu gampang untuk dikendalikan.
  7. Perlengkapan p3k mutlak mesti harus dibawa. Type serta jumlah obatnya bisa disesuaikan oleh medan yang akan dilalui serta keperluan masing masing awak.
  • Perlengkapan pribadi
  • Pelampung, type pelampung yang baik serta benar untuk arung jeram adalah yaitu pelampung yang sesuai dengan ukuran postur tubuh. Diisi gabus tidak tipis (yang berperan sebagai penahan benturan pada benda keras). Kelayakan bisa dilihat dari kualifikasi teruji dalam perihal daya apung untuk berat maksimalnya. Untuk kemungkinan saat kita menghadapi keadaan darurat. Butuh pertimbangan juga untuk mengenai pemakaian pelampung dengan tambahan dubagian belakang kepala. Supaya kepala terus terapung terngadah, Jika saat kita tidak sadarkan diri. Dan juga untuk melindungi supaya pelampung tidak naik atau mencuat ke atas waktu dipergunakan, maka sisi bawah pelampung bisa diikat ke pangkal paha ataupun sisi badan yang lain, yang sangat memungkinkan.
  • Memakai pakaian yang pas. Untuk arung jeram karena kita diharuskan banyak bergerak, maka kita harus memakai pakaian yang sangat memungkinkan kita untuk leluasa saat bergerak.
  • Sepatu. Membuat perlindungan untuk kaki supaya terhindar dari kemungkinan tergores / terluka, pakai type sepatu yang bisa membuat perlindungan pada mata kaki, tetapi pergelangan kaki harus bisa terus bergerak bebas, dan juga tidak berat, untuk meringankan kita kertika berenang.
  • Pelindung kepala. Mengarungi sungai yang berjeram dengan letak bebatuan yang tidak beraturan atau sungai dengan arus yang kuat, helm mutlak untuk dipakai, dengan tujuan membuat perlindungan paka kepala kita, dari kemungkinan benturan benda keras. Helm yang yang baik mesti mudah dipakai, tahan air serta tidak menggangugu pemandangan dan gerakan apapun.
  • Survival kit ( perlengkapan survival). Mesti senantiasa kita menempelkannya dibadan. Namun yang sampai menggangu gerakan kita. Umumnya terdiri dari pisau lipat. Korek api yang tahan air, dan lain-lain. sebagaimana yang dimaksud di atas. Lamanya kita melintasi sungai juga merubah barang yang perlu untuk di bawa. Disini kami memberikan tambahan peralatan yang dibutuhkan apabila pengarungan membutuhkan waktu setidaknya 1 minggu yakni :
  • 1 handy talk : untuk berkomunikasi dengan tim darat
  • Container kedap air
  • Bahan makanan
  • Perlengkapan untuk kemah
  • Peralatan memasak, makan dan minuman

Gathering atau outing

Arti dari kata gathering atau outing adalah kegiatan kumpul bersama yang ditujukan bagi perusahaan (Employee gathering) atau keluarga (Family gathering) yang dikemas dalam acara rekreasi, dan dilakukan dalam suasana yang menyenangkan dan biasanya disisipkan beberapa bentuk games seperti : Paintball, rafting, Dll. Yang disesuaikan dengan kegiatan program wisata yang bertujuan untuk membangun keakraban, kebersamaan antar individu.

Manfaat Dari gathering atau Outing ialah :

  1. Sebagai sarana refreshing.

Perusahaan atau instansi biasanya memiliki tekanan yang tinggi, persaingan yang makin ketat, tuntuan pelayanan yang harus maximal, proses produksi yang cepat dan tanpa henti membuat setiap individu akan berada dalam tekanan atau tingkat stress yang tinggi. Untuk itu banyak instansi atau perusahaan memerlukan acara gathering seperti ini agar setiap individu (karyawan) merasa lebih baik dan lebih segar.

  1. Membentuk kerjasama.

Di dalam sebuah instansi atau perusahaan biasanya melakukan restrukturisasi (karyawan pindah kerja, pension, promosi / mutasi jabatan). Sehingga lingkungan kerja yang berjalan kondusif akan menjadi terganggu dengan beberapa anggota team yang baru, dan di perlukan waktu lagi untuk menjalin kerjasama / kekompakan. Bila sudah demikian maka kegiatan gathering atau outing perlu dilakukan untuk lebih menjalin keakraban antar anggota team.

  1. Mempererat hubungan.

Pimpinan yang biasa melihat ketidak harmonisan hubungan relasi dalam perusahaan atau instansi. Bisa jadi itu tidak berbentuk konflik, tapi hanya sekedar pengelompokan antar karyawan. Agar kondisi ini tidak memperburuk efisiensi dan efektifitas kerja antar karyawan maka perusahaan perlu mempererat relasi antar karyawan dengan cara melakukan kegiatan outing atau gathering. Supaya setiap karyawan menjadi lebih terbuka dengan suasana hati yang senang.

  1. Memperbaiki konflik dan friksi

Hampir tidak ada perusahaan ataupun instansi yang tidak memiliki konflik atau friksi antar karyawan. Kompetisi yang tinggi, kesenjangan penghasilan, dll. Yang salah satu solusinya adalah menjalankan kegiatan gathering atau outing.

Tujuan dari outing

  • Memberntuk kebersamaan. Tujuan utama dalam mengadaka gathering / outing adalah untuk membentuk kebersamaan (team work). Jika rasa kebersamaan sudah tertanam di masing masing individu, maka aka nada rasa tanggung jawab, Kepedulian, mengatasi masalah, rasa setia kawan, bisa saling membantu satu sama lain. dll.
  • Membentuk tem building. Tukuan kedua adalah membentuk kerjasama tin yang solid. Setiap anggota tim yang mengikuti kegiatan gathering untuk terus sadar dan mengetahui bahwa mereka sesungguhnya adalah bagian dari tim.
  • Peningkatan kinerja. Penjualan dan pelayanan secara maksimal adanya peningkatan kinerja dengan harapan akan adanya pula peningkatan penjualan, inovasi baru, semangat yang baru dll. Pada instansi dan peruyahaan.

OutBound

Istilah outbound berasal dari kata Outward Bound. Outbound adalah sebuah ide pendidikan yang inofatif, yang dikreasikan oleh Kurt Hahn. Kurt Hahn adalah seorang berkebangsaan jerman yang lahir di berlin pada tanggal 5 Juni 1886. Ide yang dimiliki Kurt Hahn Kini telah bertahan dan berkembang selama lebih dari enam puluh tahun.

Pengertian dari outbound adalah sebuat kegiatan yang dilakukan di alam terbuka atau outdoor. Dengan melakukan beberapa simulasi permainan atau outbound games baik secara individual maupun secara kelompok. Outbound merupakan sarana penambah wawasan pengetahuan yang didapat dari serangkaian pengalaman berpetualang sehingga dapat memacu semangat dan kreativitas seseorang. Oleh karena itu, Kimprasiwil menyatakan bahwa “ Outbound adalah usaha olah diri (olah piker dan olah fisik) yang sangat bermanfaat bagi peningkatan dan pengembangan motivasi, kinerja dan prestasi dalam rangka melaksanakan tugas dan kepentingan organisasi secara lebih baik lagi.

 

Tujuan outbound

Tujuan Utama dari kegiatan Outbound adalah disamping untuk mengisi waktu liburan, outbound juga bermanfaat juga sebagai sarana yang dapat meningkatkan beresamaan dan kekompakan pada kelompok / team (team building). Selain untuk mengembangkan kemampuan apresiasi atau kreatifitas dan penghargaan terhadap perbedaan dalam sebuah kelompok juga memberikan kontribusi memupuk jiwa kepemimpinan, kemandirian, keberanian, percaya diri, tangung jawab dan empati. Yang merupakan sikap dasar yang harus dimiliki setiap orang. Yang diterjemahkan melalui experiential learning yang akan memberikan pengalaman langsung kepada semua peserta pelatihan dengan semulasi permainan. Perserta akan langsung merasakan sukses atau gagal dalam pelaksanaan tugas.

Di Indonesia kegiatan outbound sendiri telah dijadikan sebagai kegiatan yang selalu rutin untuk dilakukan di beberapa instansi pemerintah, perusahaan swasta, sekolah dan lembaga lainnya.

Outbound merupakan salah satu dari pembelajaran modern yang memanfaatkan keunggunlan alam. Para peserta yang mengikuti kegiatan outbound tidak hanya dihadapkan pada tantangan intelegensia, tetapi juga fisik dan mental. Dan ini akan terus terlatih menjadi sebuah pengalaman yang membekali dirinya dalam menghapi tantangan yang lebih nyata dalam persaingan di kehidupan social masyarakat.

Outbound sepertinya sudah menjadi salah satu kegiatan yang faforit. Faktanya dapat dikatakan luarbiasa karena begitu banyak metode pendidikan yang muncul dan tenggelam selama periode ini.

Metode pembelajaran Outbound

Metode pembelajaran outbound adalah permainan sebagai bentuk penyampaiannya. Dalam permainan skill, individual tidak hanya di tantang berpikir cerdas namun juga memiliki kepekaan social.  Dalam outbound peserta akan lebih banyak dituntut untuk mengembangkan kemampuan ESQ (Emotional and spiritual quotient) nya, disamping IQ (intelligent quotient). Metode outbound training memungkinkan peserta dalam melakukan aktivitas sentuhan-sentuhan fisik dengan latar alam yang terbuka sehingga diharapkan melahirkan kemampuan dan watak serta visi kepemimpinan yang mngandung nilai-nilai kejujuran, keterbukaan, toleransi, kepekaan yang mendalam, kecerdasan, serta rasa kebersamaan dalam membangun hubungan antar manusia yang serasi dan dinamis.

Keunggulan outbound.

  1. Outbound training sering dilakukan dalam setting kelompok. Karena itu, training ini memberikan peserta kesempatan untuk bekerja bersama dengan individu lain yang bertujuan agar memiliki sikap yang suportif.
  2. Outbound training memberikan peserta untuk membangun tujuan belajar / misi personal mereka sendiri, yang akan bermakna bagi hidup mereka. Karena bertujuan untuk membuat peserta mampu melakukan sesuatu, maka kemampuan untuk melakukan sesuatu tersebut dikembangkan kepada peserta yang mengenali kekuatan dan kelemahan dirinya. Outbound training memiliki pusat pada pembelajaran diri. Kesesuaian training memenuhi kebutuhan peserta yang membuat Outbound taining menjadi efektif karena ia mendorong motifasi belajar yang positif.
  3. Keluhan yang paling umum dalam dunia training dan pendidikan pada umumnya adalah kurang nyatanya pembelajaran yang berlangsung. Dalam setiap kegian dalam outbound, setiap orang-orang terlibat secara intelektual, fisik, dan emosional. Semakin terlibat mereka, semakin berdampak pada pembelajaran yang terjadi.
  4. Outbound training meringkas waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan belajar untuk lebih efektif dan efisien.

Intinya didasari pada prinsip pengajaran bahwa orang paling mudah untuk memahami, jika mereka belajar dengan cara berbuat, tidak hanya melihat dan mendengar.

 

Outbound training berbeda dengan permainan baisa. Bermain dan bersenang-senang memang penting. Tetapi dalam outbound yang lebih penting adalah bagaimana cara untuk peserta mendapatkan ilmu, inspirasi dan motivasi baru untuk berkembang lebih baik, dengan cara yang menyenangkan. Organisasi, instansi pendidikan atau perusahaan harus memastikan bahwa investasi yang mereka keluarkan untuk pelaksanaan outbound taining sebanding dengan hasil yang akan mereka dapatkan.

 

Faktor terpenting dalam pelaksaan outbound training adalah desainer training dan fasilitator. Mereka inilah yang melakukan need assessment terhadap kebutuhan perserta. Menentukan tujuan belajar dengan memiliki metode yang paling tepat sekaligus menarik. Tim fasilitator memiliki tantangan besar untuk bisa mengajak peserta dengan berbagai latar belakang. Menjadi pembelajar aktif, saling percaya dan terlibat dengan keseluruhan aktifitas dalam outbound.